Dalam sebuah hadith marfu’ diriwayatkan oleh al-Hafizh Abu Na’im r.a. bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:
“Demi yang diriku berada di tanganNya, kenyataan (sakitnya) maut itu lebih dahsyat dari seribu bacokan pedang.”
Amru bin Ash ketika menghadapi sakaratul maut ditanya oleh anaknya tentang rasa sakit yang dialaminya. Beliau berkata dengan lemahnya,
“Demi Allah wahai anakku, keadaan tubuhku seakan-akan berada dalam selimut api yang panas membara dan seolah-olah aku bernafas melalui lubang jarum. Aku juga merasa seakan-akan nyawaku melekat pada satu pohon yang penuh duri, kemudian ditarik dari ujung kaki sampai ke ubun-ubun.”
Selanjutnya Amru bin Ash menangis seraya berkata, “Kukejar dunia ini seakan-akan diriku kekal abadi. Sedangkan dibelakangku berlari sang maut menapaki langkahku. Cukuplah kematian itu sebagai nasihat.”
Sebaiknya kepada Allah saja kita segera berlindung agar diberi kemudahan dan keringanan saat akhir menutup mata.
Rabbana wahai Tuhan kami.
Anugerahkan kami taubat sebelum maut,
kasih sayangMu saat menghadapi maut
dan ampunanMu sewaktu maut menjemput.
Amin..